Alumni Elektro ITN Malang Beri Apresiasi pada Mahasiswa Juara 3 NESCO UGM 2024

Ketua IKA Elektro ITN Malang, Heru Herlambang ST., (memegang plakat) bersama Tim Manka Teknik Listrik D-3 ITN Malang, dan para dosen. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Ikatan Alumni (IKA) Elektro Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) memberi penghargaan kepada tiga mahasiswa Teknik Listrik D-3 ITN Malang. Penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas prestasi mahasiswa yang berhasil menyabet Juara 3 NESCO Paper Competition 2024 UGM, di Kampus UGM.

Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim Manka. Beranggotakan Mochammad Ilham Fakhri (angkatan 2021), Farid Agus Afandi (angkatan 2022), Nabilla Anggreny Putri (angkatan 2022). Di bawah bimbingan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., mereka masuk final bersama Institut Teknologi PLN (2 tim, satu tim menjadi juara 1), Institut Teknologi Bandung (meraih juara 2), Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh November.

Kaprodi Teknik Listrik D-3, ITN Malang, Ir. Eko Nurcahyo, MT., mengapresiasi reward yang diberikan alumni kepada mahasiswa. Ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan yang semakin erat antara alumni dan sivitas akademika ITN Malang. Eko juga berharap kedepannya dari alumni akan memunculkan ide-ide baru yang membangun, terkini, spektakuler, dan fenomenal untuk ikut mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan nama ITN Malang di forum nasional bahkan internasional.

“Kami mewakili institusi berterima kasih kepada alumni teknik elektro atas perhatian yang diberikan kepada adik-adik mahasiswa. Semoga kedepannya semua semakin bersinergi dan bekerja sama,” ujar Eko.

Eko berharap prestasi yang diraih Tim Manka bisa menginspirasi dan memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya. Khususnya kepada prodi dan mahasiswa teknik listrik dan teknik elektro untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan kompetisi. Sehingga dapat membentuk karakter yang kreatif, inovatif, dan menghasilkan karya-karya serta prestasi yang lebih baik.

Baca Juga : Beri Solusi Ketenagalistrikan, Mahasiswa ITN Malang Juara 3 NESCO Paper Competition 2024 UGM

“Teruslah semangat! Sebanyak apapun kita berusaha dan seberapa banyak kita berdoa, ketika hasil yang didapatkan belum sesuai dengan apa yang diinginkan jangan berkecil hati. Jadikan itu sebagai pelajaran, bukan hukuman,” serunya.

Ketua IKA Elektro ITN Malang, Heru Herlambang ST., yang datang bersama perwakilan pengurus IKA Elektro M Nasrudin Navi, ST., dan Heri Susilo, ST., mengungkapkan rasa bangganya. Dimana adik-adik mahasiswa Teknik Listrik ITN Malang telah membuktikan diri mampu bersaing dengan perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi swasta lainnya di skala nasional.

Kaprodi Teknik Listrik D-3, ITN Malang, Ir. Eko Nurcahyo, MT., menerima piala Juara 3 NESCO UGM 2024 dari Tim Manka. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

“Kami merasa bangga dan terharu atas perjuangan dan pencapaian adik-adik dalam kompetisi ini. Waktu dan tenaga mereka curahkan demi nama baik ITN Malang. Award yang kami berikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka,” ujar Heru saat memberikan penghargaan secara simbolis di Amphi Elektro Kampus 2 ITN Malang, Rabu (22/05/2024).

Menurut Heru, pengalaman yang didapat saat mengikuti kompetisi tentu akan berguna ketika kelak mahasiswa lulus dan masuk dunia industri. Pasalnya mahasiswa dalam kompetisi dihadapkan pada tantangan problem solving.

“Kami harapkan adik-adik mahasiswa kedepannya semakin semangat dalam berkarya, berinovasi, dan giat mengikuti berbagai lomba agar terbina jiwa kompetisi. Jiwa kompetisi dan pantang menyerah ini kelak sangat berguna ketika masuk ke dunia kerja,” imbuh alumnus angkatan 1992 ini.

Dalam momen tersebut secara simbolis juga dilakukan penyerahan piala hasil kejuaraan dari Tim Manka kepada Kaprodi Teknik Listrik D-3 ITN Malang, Ir. Eko Nurcahyo, MT. Turut hadir pula Wakil Dekan 2 ITN Malang Suryo Adi Wibowo, ST., MT, pembimbing Tim Manka Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, sekaligus dosen Teknik Elektro bersama MT., Ir. Choirul Saleh, MT., dan Sekretaris Program Studi Teknik Listrik D-3 Bima Romadhon Parada Dian Palevi, ST., MT.

NESCO 2024 merupakan sebuah kompetisi tingkat nasional. Diadakan oleh Badan Semi Otonom (BSO) Magatrika (Mahasiswa Ketenagalistrikan), yang berada di bawah arahan Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (KMTETI FT UGM). Fokus kompetisi adalah pada permasalahan dalam bidang ketenagalistrikan dan sistem tenaga.

Acara NESCO 2024 dikemas dengan empat rangkaian kegiatan. Antara lain: Seminar Nasional: Indonesia’s Adaptive Electrical Ecosystem by Integrating Clean Energy Resilience through E-mobility, paper competition, innovation challenge, dan poster competition.

Baca juga : Bantu Atasi Irigasi Pertanian Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang Buat Pembangkit Hybrid PLTS dan PLTB Berbasis IoT

Tim Manka berpartisipasi dalam kategori paper competition, yang menekankan kemampuan problem solving untuk merumuskan dan menemukan solusi terhadap permasalahan dalam bidang ketenagalistrikan dan power system. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Beri Solusi Ketenagalistrikan, Mahasiswa ITN Malang Juara 3 NESCO Paper Competition 2024 UGM

Tim Manka Teknik Listrik D-3 ITN Malang. Ki-ka: Mochammad Ilham Fakhri, Nabilla Anggreny Putri, dan Farid Agus Afandi, bersama Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., dosen pembimbing meraih Juara 3 NESCO Paper Competition 2024 di UGM. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Tim Manka Teknik Listrik D-3, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) meraih Juara 3 NESCO Paper Competition 2024, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik, UGM, Sabtu 18 Mei 2024 lalu. NESCO Paper Competition 2024 merupakan kompetisi yang menekankan kemampuan problem solving untuk merumuskan dan menemukan solusi terhadap permasalahan dalam bidang ketenagalistrikan dan power system.

Tim debutan Teknik Listrik D-3 ITN Malang beranggotakan Mochammad Ilham Fakhri (2152016), Farid Agus Afandi (2252001), dan Nabilla Anggreny Putri (2252002). Dibawah bimbingan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., mereka di final berhasil menyisihkan tiga perguruan tinggi lainnya. Sementara peserta final adalah Institut Teknologi PLN (2 tim, satu tim meraih juara 1), Institut Teknologi Bandung (juara 2), Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh November.

Mochammad Ilham Fakhri, ketua tim menjelaskan, saat final semua tim diberi tantangan untuk memberikan solusi permasalahan ketenagalistrikan di negara yang bernama Nescovia. Negara Nescovia yang kaya SDA sedang melakukan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT), dengan menargetkan penetrasi 40 persen dari pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Nescovia juga memiliki pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU), dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

“Pada sistem ketenagalistrikan mereka masih terdapat beberapa kendala. Ada 4 masalah yang harus kami pecahkan sekaligus mencarikan solusi,” kata Mochammad Ilham Fakhri, saat ditemui bersama timnya di Kampus 2 ITN Malang pada Jumat (24/05/2024).

Menurut Ilham masalah ketenagalistrikan di Nescovia antara lain: stabilitas sistem saat cuaca berawan/gelap secara tiba-tiba belum stabil, pada pagi hari stabilitas sistem kelistrikan terganggu, kebocoran gas beracun (H2S) di PLTP yang mengakibatkan korban jiwa disangkutkan dengan kebijakan pemerintah mengenai kebocoran H2S, dan masalah pertumbuhan beban puncak seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Beda permasalahan tentunya solusi yang diberikan juga berbeda. Untuk gangguan stabilitas sistem saat cuaca gelap berawan Tim Manka menawarkan penetrasi sistem BESS (battery energy storage) untuk pembangkit EBT mereka. BESS merupakan sekumpulan baterai dan peralatan pendukungnya untuk membackup sistem PLTS saat terjadi mendung. Sedangkan untuk pagi hari mereka menawarkan pemasangan sistem VFD (variable frequency drive). Sebuah sistem untuk mengurangi arus starting pada motor induksi untuk industri. Sistem VFD akan memberikan tegangan dan frekuensi secara bertahap.

Baca juga : Bantu Atasi Irigasi Pertanian Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang Buat Pembangkit Hybrid PLTS dan PLTB Berbasis IoT

“BESS merupakan baterai dengan kapasitas besar. Bisa mem-backup pada saat gangguan dan menstabilkan tenaganya. Idealnya bisa mem-backup kapasitas maksimum PLTS dalam 1 jam. Misalkan PLTS puncaknya 5 megawat, maka baterai harus bisa menyuplai 5 megawatt dalam 1 jam. Sederhananya seperti itu,” lanjutnya.

Tim Manka Teknik Listrik D-3 ITN Malang saat menerima awarding Juara 3 NESCO Paper Competition 2024 di UGM. (Foto: Istimewa)

Untuk kebocoran gas beracun (H2S) di PLTP dan adanya saran dari pemerintah setempat untuk menutup PLTP sangat kontra, karena akan berdampak pada perekonomian. Selama ini PLTP menyumbang 55 persen total energi di salah satu pulau utama di negara tersebut. Ketiga mahasiswa ini menawarkan solusi untuk investigasi keseluruhan penyebab kebocoran H2S di pembangkit tersebut.

Nabilla Anggreny Putri menyebutkan solusi dengan memasang sensor-sensor H2S di beberapa wilayah pembangkit dan dikoneksikan dengan sistem peringatan dini. Solusi lanjutannya pemerintah melakukan sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat di sekitar PLTP. Juga memberikan kompensasi kepada korban terdampak H2S.

“Kami menyarankan area tersebut bebas penduduk, jadi bisa meminimalisir dampak dari kebocoran H2S,” sebutnya.

Farid Agus Afandi juga menjelaskan solusi untuk masalah pertumbuhan beban puncak seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pertumbuhan beban puncak selama 10 tahun bisa dengan menambah kapasitas pembangkit EBT dan non EBT. Penambahan pembangkit ada regulasinya dengan cakupan EBT minimal 40 persen dari daya keseluruhan.

“Karena EBT sifatnya masih belum stabil. Khawatir kalau berkepanjangan sistem tenaganya down (bermasalah). Kalau sebaran EBT terlalu besar, harga listriknya juga naik, karena teknologinya masih mahal,” jelasnya.

Farid menjelaskan, untuk mencari solusi atas permasalahan mereka bertiga membahasnya bersama dengan dosen pembimbing. Setelah beragam solusi ditampung, kemudian didiskusikan dan diambil yang paling efektif untuk digunakan.

Baca juga : ITN Malang – Kabupaten Teluk Wondama Jalin Kerja Sama Tingkatkan SDM Hingga Kembangkan EBT untuk Suplai Listrik

Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT., pun mengapresiasi perjuangan Tim Manka. Menurutnya, prestasi tersebut bukan suatu kebetulan, melainkan didapat dengan effort yang luar biasa. Selama satu bulan mereka belajar sekian banyak data. Dari mengikuti kompetisi bisa menjadi alat untuk mengukur skill dari mahasiswa maupun dosen dalam menyampaikan permasalahan ketenagalistrikan.

“Ilmu listrik itu luas sekali. Bukan sekedar menjalankan motor listrik, tapi juga kebijakan ketenagalistrikan harus diketahui. Di teknik elektro sudah kami berikan mata kuliah standarisasi dan regulasi. Prestasi kita sudah juara 3, sudah sejajar dengan teknik elektro level nasional. Kuncinya semangat untuk mencari dan ulet. Orang pintar kalah dengan yang ulet,” kata Widodo yang juga berharap tahun depan prestasi mahasiswa ITN Malang semakin meningkat. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Lulusan Terbaik Teknik Listrik Rancang Aplikasi HMI LS pada Pengendalian Motor Induksi 3 Phase

Muhammad Kamal Fahrur Rozi lulusan terbaik Teknik Listrik D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Perkembangan teknologi industri telah membawa perubahan menuju sistem kendali otomasi berbasis Human Machine Interface (HMI). Dengan HMI mempermudah aktivitas manusia, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja. HMI berupa pengendali yang bisa dilakukan secara manual, maupun memberikan prioritas pada teknik pemantauan kinerja secara real-time lewat komputer/LCD.

Sistem kendali dan monitoring kecepatan motor induksi konvensional cenderung kompleks, memerlukan pengkabelan yang rumit, waktu perbaikan yang lama, dan kesulitan dalam menemukan solusi ketika terjadi kerusakan. Untuk itu Muhammad Kamal Fahrur Rozi merancang sistem kendali dan monitoring kecepatan motor induksi berbasis HMI dengan PLC dan inverter sebagai perangkat kontrolnya. Kamal merupakan lulusan terbaik Teknik Listrik D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).

“HMI ini seperti monitor yang digunakan untuk  mengontrol listrik. Mengontrol motor induksi listrik 3 fasa agak rumit, perawatannya juga sulit karena membutuhkan banyak tempat. Kalau memakai HMI lebih simpel. Komunikasi memakai kabel, dan dapat dibangun lewat software,” kata pemilik IPK 3,85 ini.

Baca juga : Ingin Ikuti Jejak ITN Malang, Politeknik Negeri Madiun Berguru pada Ahlinya

Kamal merancang perangkat keras meliputi pemilihan komponen dan perancangan diagram kelistrikan. Perancangan perangkat lunak meliputi pembuatan layout layar HMI dan ladder diagram. Serta pengaturan parameter inverter yang berfungsi untuk mengubah frekuensi motor, dan mengatur kecepatan motor induksi 3 fasa.

Muhammad Kamal Fahrur Rozi saat mengoperasikan HMI di Laboratorium Teknik Listrik D-3 ITN Malang. (Foto: istimewa)

Serangkaian pengujian dilakukan untuk memastikan software dan hardware bekerja sebagaimana mestinya. Dari ketiga alat tersebut menghasilkan sebuah sistem Aplikasi HMI LS pada Pengendalian Motor Induksi 3 Phase yang Dikontrol PLC dan Inverter dengan 2 arah putaran, yaitu Forward & Reverse dengan 4 pilihan kecepatan. Dari pengujian tersebut mendapat kesimpulan HMI memungkinkan operator untuk memantau status motor, mengatur parameter operasi, dan mendapatkan informasi visual secara real-time.

Penggunaan HMI dapat memudahkan proses pengoperasian dengan memungkinkan pengaturan kecepatan putaran motor melalui pengubahan nilai frekuensi. Pada pengukuran tegangan menunjukkan pengaruh variasi frekuensi berbanding lurus dengan tegangan pada motor induksi 3 fasa. Ketika frekuensi di-setting semakin tinggi, maka tegangan juga akan meningkat. Namun berbanding terbalik dengan pengaruh variasi frekuensi terhadap arus, jika frekuensi semakin dinaikan maka arus yang diserap motor semakin turun.

Baca juga : Wicha Power Bank Wireless yang Ramah Lingkungan Buatan Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang

“HMI berfungsi sebagai pengganti tombol. Memungkinkan pengguna untuk menghidupkan dan mengatur putra speed. Penelitian ini khusus untuk motor 3 fasa. Kalau diterapkan pada industri besar fungsinya untuk mengontrol di area produksi,” ujar mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Listrik periode 2021-2022 ini. Kamal diwisuda pada wisuda ke 70 ITN Malang dengan dosen pembimbing skripsi Ir. M. Abd Hamid., MT., dan Rachmadi Setiawan, ST., MT. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Wisudawan Terbaik Teknik Listrik Rancang Alat Pantau Cuaca dan Polusi Udara

Tryando Umbu Tay Namudala Taralandu lulusan terbaik Prodi Teknik Listrik D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang pada wisuda ke 69 periode I tahun 2023. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)

Malang, ITN.AC.ID – Kemajuan teknologi semakin mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi dapat mendorong manusia untuk melakukan hal-hal baru. Untuk itu pemanfaatan teknologi harus bijak sehingga bisa berdampak baik bagi lingkungan, alam, dan manusia. Karena, ketika teknologi disalahgunakan maka akan berakibat pada kerusakan lingkungan, seperti polusi udara, pencemaran air, kenaikan suhu bumi dan lain sebagainya.

Informasi mengenai dampak-dampak tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan. Maka, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sistem monitoring, Tryando Umbu Tay Namudala Taralandu merancang alat yang dapat memantau keadaan cuaca dan tingkat polusi udara. Pemuda yang akrab disapa Ando ini merupakan lulusan terbaik Teknik Listrik D-3, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada Wisuda ke 69 periode I tahun 2023. Dalan skripsinya Ando membuat rancang bangun alat monitoring suhu kelembaban, polusi udara dan curah hujan.

“Saya merancang alat yang dapat memantau keadaan cuaca dan tingkat polusi udara dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sistem monitoring,” kata pemilik IPK 3.61 ini.

Baca juga : Atlet Pencak Silat Cempaka Putih ITN Malang Raih Medali Kejurda Jatim

Dijelaskan Ando, peralatan yang digunakan untuk mengolah data dari sistem kerja sensor adalah ATmega328. Sensor pengukuran yang digunakan antara lain, tipping bucket untuk mengukur curah hujan, modul BMP280 untuk membaca suhu dan kelembaban, dan untuk mengukur jumlah gas metana yang ada di udara menggunakan sensor gas MQ-4, serta TGS2602 untuk membaca gas amonia dan gas hidrogen sulfida (H2S).

Hasil pengujian tipping bucket volume curah hujan 14mm setiap 20 detik, dan akan selalu berubah tergantung jumlah tekanan air yang turun. Pengujian suhu, kelembaban dan jumlah gas dari setiap sensor semua berkalibrasi dengan baik menampilkan data yang akurat dengan selisih yang tidak jauh berbeda.

Alat monitoring suhu dan kelembaban, polusi udara, dan curah hujan buatan mahasiswa Teknik Listrik D-3 ITN Malang. (Foto: Istimewa)

“Mengukur curah hujan caranya dengan melihat air hujan menetes ke penampung. Kemudian turun ke bagian dalam mengenai jungkat jungkit. Setiap terkena tetesan jungkat jungkit akan bergerak. Berapa jumlah tetesan dalam 20 detik dikali luas penampung 0,07 mm sebagai volume maksimum dari sensor. Maka, dapat dihasilkan data curah hujan per 20 detik berapa mm. Debit airnya bisa dikategorikan rendah, sedang, dan tinggi dalam 20 detik. Misal, kalau sedang bisa dapat 29 kali tetesan. Nanti informasinya langsung masuk aplikasi,” terang putra Ndawa Raja, dan Margaretha Namudala ini.

Alat monitoring terbuat dari rangka besi setinggi 3 meter, dilengkapi dengan 3 kaki. Sebenarnya dalam alat ini terdapat banyak sensor seperti kecepatan arah angin, sensor gempa dan lain-lain. Tapi Ando hanya fokus kepada sensor monitoring suhu dan kelembaban, polusi udara, dan curah hujan. Dengan urutan sensor dari atas ke bawah: alat pengukur curah hujan, polusi udara, serta alat pengukur suhu dan kelembaban. Pada alat pengukur polusi udara terdapat dua sensor yang digunakan untuk mendeteksi gas amonia dan gas metana.

“Misalnya sensor alat menangkap gas amonia nanti langsung masuk ke program aplikasi. Membaca sensitifitasnya 300-1000 PPM dalam satuan gas,” imbuhnya.

Baca juga : Putri Bali jadi Lulusan Terbaik, Kaji Perubahan Kawasan Resapan Air Kota Denpasar Bali

Sebagai mahasiswa perantauan Ando memanfaatkan betul selama kuliah di ITN Malang. Ia aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik D-3. Putra asal Sumba Timur ini mengaku banyak mendapat ilmu dan pengalaman selama kuliah. Semua itu berkat bimbingan dari dosen-dosen yang berpengalaman, dan dukungan dari teman-temannya di Teknik Listrik D-3.

“Lingkungan organisasi yang baik tanpa adanya senioritas. Senang dan bangga pernah kuliah di ITN Malang. Semoga kedepannya ITN Malang semakin maju,” katanya. Skripsi Ando dibawah bimbingan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT, Ir. M. Abd. Hamid, MT. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

en_USEnglish