Latar Belakang

Pada tanggal 18 Februari 1985 dikeluarkannya SK Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia STATUS TERDAFTAR untuk Jurusan Teknik Elektro DIII ITN Malang dengan No. 070/ O/ 1985.Perubahan nama Teknik Elektro DIII menjadi Teknik Listrik D-III sesuai dengan SK. Dikti Nomor: 163/Dikti/Kep/ 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi  Program Studi.Pada tanggal 26 Oktober 2013 Program Studi Teknik Listrik DIII Terakreditasi dengan nilai (B) dengan Nomor SK DIKTI:215/SK/BAN-PT/Ak-XIII/Dpl-III/X/2013 dengan kadaluarsa 26 Oktober 2018.

Untuk meningkatkan nilai akreditasi  maupun untuk memenuhi tuntutan KKNI serta Konsekuensi logis dampak globalisasikan terbentuk persaingan yang ketat antar negara. Setiap negara akan melakukan berbagai upaya agar dapat memenangkan persaingan global dan eksistensinya akan tetap dipertahankan. Oleh karena itu negara-negara berkembang termasuk Indonesia memulai berbenah diri dengan tahapan-tahapan yang positif untuk mempersiapkan pengembangan sumber daya manusia dari berbagai aspek terkait dengan kompetensi menyongsong era globalisasi, maka perlu penyempurnaan Kurikulum dan silabus 2014-2019. Guna mempersiapkan kompetensi SDM sejak dini yang sangat diperlukan  untuk mampu bersaing memenangkan dan memperebutkan kesempatan kerja yang terbuka di berbagai bidang pekerjaan dan profesi .

Perkembangan yang sangat cepat dewasa ini menuntut kesiapan pengembangan kurikulum di program studi antara lain:

  1. Perkembangan ilmu dan teknologi bidang teknik kelistrikan yang cukup pesat.
  2. Kebutuhan tenaga profesional dan berpengalaman di bidang kelistrikan yang berhubungan dengan instalasi listrik tegangan rendah sampai dengan tegangan menengah.
  3. Kesiapan SDM yang berkualitas yang memerlukan pula persiapan diiringi dengan infrastruktur yang lebih baik dan biaya yang memadai .
  4. Perubahan konsep kurikulum pendidikan tinggi dan regulasi Kementrian Pendidikan Nasional.
  5. Adanya kebijakan pemerintah dalam sistem pasar terbuka AFTA, maka pendidikan tinggi di Indonesia sudah harus dibenahi, sehingga lulusannya mampu setara dengan tenaga kerja dari negara manapun.

Salah satu aspek yang sangat penting dan strategis antara lain menyiapkan  Standar Kompetensi yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembinaan dan penyiapan SDM yang berkualitas dan kompeten dan diakui oleh seluruh pemangku kepentingan (stake holder) dan berlaku secara nasional di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.

Beberapa penyebab perubahan paradigma baik internal maupun eksternal tersebut menuntut penyelenggaraan program studi Teknik Listrik Diploma Tigamenjadi lebih spesifik mempersiapkan mutu lulusannya agar lebih dapat diterima oleh masyarakat pengguna, berwawasan global dan memiliki orientasi untuk menjadi manusia utuh pembelajar seumur hidup. Oleh karena itu, program studi Teknik Listrik Diploma Tiga perlu mengubah beberapa hal mendasar untuk mencapai tujuannya yang sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Indonesian Qualification Framework). Mengacu peraturan presiden nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesai yang selanjutnya disingkat KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan  bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor,  menjadi sebuah penyelenggara pendidikan yang sesuai dengan konsep vokasi.

Dalam rangka mendukung peningkatan sumber daya manusia yang profesional, maka dibutuhkan proses pengembangan indentifikasi kompetensi Teknik Listrik Diploma Tiga sebagai berikut:

  1. Memiliki nilai dan sikap mandiri dalam melaksanakan tugas-tugasnya terutama dalam bidang pemeliharaan dengan berpedoman kepada moto tepat waktu, tepat aturan, tepat ukuran, keselamatan dan kesehatan kerja.
  2. Mampu mengindentifikasi, memformulasikan dan merancang sub sistem ketenagalistrikan tegangan rendah sampai dengan tegangan menengah untuk gedung bertingkat dan industri sesuai dengan standart dan peraturan yang berlaku.
  3. Mampu mengimplementasikan (memasang, menjambung, menjalankan dan mengembangkan peralatan dan instalasi kelistrikan) troubleshooting sistem instalasi dan peralatan listrik gedung maupun industri.
  4. Mampu merancang, dan memelihara/memperbaiki mesin-mesin listrik sesuai dengan standart peraturan yang berlaku.
  5. Mampu memelihara/memperbaiki perlengkapan-perlengkapan kendali mesin-mesin listrik, baik yang bersifat elektromekanik maupun elektronik.
  6. Mampu membuat prakiraan biaya dan menyusun spesifikasi perlengkapan-perlengkapan sistem kelistrikan tegangan rendah sampai tegangan menengah.

Mampu melakukan pengawasan (supervisi) dan memimpin pelaksanaan suatu proyek instalasi listrik tegangan rendah sampai dengan tegangan menengah